Rekor Penulisan Puisi Masal January 12, 2012
Posted by Mochammad Asrori in berita, indonesia, puisi.add a comment
Rekor MURI untuk penulisan puisi yang sebelumnya dipegang Makassar dengan jumlah peserta 5.344 akhirnya tumbang. Kali ini, yang menumbangkan rekor MURI untuk penulisan puisi dengan jumlah terbanyak adalah LP Maarif Lamongan yang mampu membuat acara penulisan puisi dengan jumlah peserta mencapai 11.252 peserta, Senin (9/1/2012).
HB IX Award UGM Buat Goenawan Mohamad December 19, 2011
Posted by Mochammad Asrori in berita, budaya, indonesia, puisi.Tags: Goenawan Mohamad, HB IX Award UGM
1 comment so far
Budayawan Goenawan Soesatyo Mohamad atau akrab dipanggil GM menerima anugerah Hamengku Buwono IX bidang kebudayaan dari Universitas Gadjah Mada. Penulis catatan pinggir di Majalah Tempo itu tercatat satu-satunya jurnalis yang menerima penghargaan HB IX.
Puisi-Puisi William Butler Yeats November 6, 2011
Posted by Mochammad Asrori in dunia, puisi.Tags: Nobel Sastra, puisi, William Butler Yeats
1 comment so far
William Butler Yeats dilahirkan di Sandymout Irlandia pada tahun 1865. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di sebuah desa kecil di Sligo yang masih alami, lalu belajar seni di Dublin. Ia memutuskan untuk memusatkan perhatian pada puisi ketika mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya semenjak pindah ke London pada tahun 1888.
Mencicipi Buli-Buli Lima Kaki Nirwan Dewanto October 25, 2011
Posted by Mochammad Asrori in budaya, indonesia, puisi.Tags: Buli-Buli Lima Kaki, nirwan dewanto, puisi
add a comment
Puisi-puisi Nirwan Dewanto dalam Buli-Buli Lima Kaki seperti kolam eksotis yang misterius. Menggoda kita untuk mencelupkan tangan dan kaki ke dalamnya, atau bahkan menceburkan diri ke dalamnya untuk merasakan hangat dan sejuknya. Namun kita harus waspada, karena remang kabut dan aneka makhluk-tak-dikenal yang menyesak di sekelilingnya membuat kira ragu-ragu untuk masuk lebih dalam. Butuh keberanian lebih untuk menyelaminya.
Membaca Puisi-Puisi A. Muttaqin October 17, 2011
Posted by Mochammad Asrori in indonesia, puisi.Tags: A. Muttaqin. Puisi
add a comment
A. Muttaqin, dilahirkan di Gresik, Jawa Timur, 11 Maret 1983. Lulusan Universitas Negeri Surabayaini bergiat di Komunitas Rabo Sore. Puisinya merambah berbagai media, seperti: majalah sastra Horison, Kompas, Koran Tempo, Surya, Suara Merdeka, Suara Indonesia, dan Surabaya Post. Selain itu, terhimpun juga dalam antologi bersama Album Tanah Logam 2006, Pelayaran Bunga (Festival Cak Durasim 2007), Rumah Pasir (Festival Seni Surabaya 2008), dan 100 Puisi Indonesia Terbaik (Anugerah Sastra Pena Kencana) 2008.
3 Buku Penyair Jatim Masuk Nominasi KLA 2011 October 11, 2011
Posted by Mochammad Asrori in berita, indonesia.Tags: Khatulistiwa Literary Award 2011, Nominasi Pemenang KLA 2011
add a comment
Tahun ini Khatulisti
wa Literary Award kembali diselenggarakan. Hadir dengan dua kategori, Fiksi dan Puisi. Masing-masing pemenang akan mendapat hadiah Rp50.000.000.
KLA 2011 akan menganugerahkan penghargaan untuk karya-karya terbaik yang terbit antara periode Juli 2010-Juni 2011. Diantara 10 besar nominasi tersebut terdapat nama 3 penyair Jawa Timur, Alek Subairi, A. Muttaqin, dan Nanang Suryadi.
Tomas Transtromer Memenangi Nobel Sastra 2011 October 7, 2011
Posted by Mochammad Asrori in berita, dunia, puisi.Tags: nobel sastra 2011, Tomas Transtromer
add a comment
Penyair terbesar Swedia, Tomas Transtromer, memenangi Nobel Sastra 2011. Transtromer yang sudah 20 tahun diserang stroke sehingga membatasi gerakan dan bicaranya, namun tak membatasi kekuatannya menulis.
Penyair berusia 80 tahun ini diberikan Nobel karena karyanya yang kaya metafora dan gambaran alam dari negerinya, yang dieksplorasi melalui tema kematian, kenyataan, kesepian dan penebusan. Penghargaan untuk Transtromer ini membawah kebanggaan pada negerinya yang hanya dikenal luas karena penulis kriminal Henning Mankel dan band ABBA itu.
Catatan Kurator Antologi Puisi Festival Bulan Purnama 2010 October 23, 2010
Posted by Mochammad Asrori in berita, budaya, puisi, woro-woro.Tags: Antologi Puisi, Dewan Kesenian Mojokerto, Festival Bulan Purnama 2010
3 comments
PUISI DI GAPURA CANDI WRINGIN LAWANG
“Ia tidak menulis untuk dibaca tetapi untuk didengar; nia tidak menghidangkan teka-teki, tetapi menulis untuk dimengerti” ( A. Teeuw ).
“Pikiran merubah kapas menjadi kain emas dan merubah batu menjadi cermin terang, namun penyair dengan pesona sajak yang dilakukan memerah minuman bermadu dari sengat kehidupan” (Iqbal, Tulip dari Sinai)




