Kedai Puisi

Tempat Sastra Nonfiksi Dibuat dan Diapreasisi

  • Tentang Kedai Puisi

    Blog ini merupakan media apresiasi karya-karya nonfiksi, khususnya puisi, yang mengajak kita bersama-sama berburu keindahan.
  • Tentang Penjaga Kedai

    Hai, panggil saja saya Rori. Tapi ... aw, sebelumnya tolong jauhkan kursor itu dari hadapan saya. Terima kasih ....

    Moch. Asrori menulis cerpen, esai dan puisi di media-media lokal maupun nasional. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa ini pernah mendapat penghargaan seperti Juara I Lomba Menulis Cerpen se-JBSI Unesa 2003, Peringkat III Penulisan Cerpen Peksiminal Jawa Timur 2004, Juara I Menulis Esei dan Juara II Menulis Puisi dalam Reading SGG di HUT Surabaya 2005. Dan prestasi-prestasi lainnya.

  • Add to Technorati Favorites

    Poetry Art Blogs - BlogCatalog Blog Directory

    Warung Fiksi

    Kedai Puisi

    Kamus Warung Fiksi

Archive for December 4th, 2007

Anak Jalanan dan Perambah Berlentera Kaca

Posted by Mochammad Asrori on December 4, 2007

Kata rimba identik dengan segala hal yang rimbun, terus tumbuh, dinamis, dengan keteraturan yang tidak teratur, penuh tantangan. Jadilah ketika mengatakan “hutan rimba” kita langsung mendeskripsikan daerah penuh nuansa hijau, alami, dan kesegaran; disertai dengan suasana penuh misteri, wingit, gelap, berbahaya, penuh ancaman. Gambaran sama muncul juga ketika menyebut “rimba metropolis”, daerah yang rimbun iklim perekonomian, namun penuh juga intrik demi sekadar kata survive. Jadilah yang paling lemah akan menemui binasa. Coba tebak siapa yang terlemah di kondisi seperti ini? Anak-anak? Yah! Tepatnya anak-anak yang tidak memiliki perlindungan dari siapapun: Anak-anak jalanan. Mereka membutuhkan perambah berlentera kaca. Read the rest of this entry »

Posted in dunia, essay, puisi | Leave a Comment »