Kata rimba identik dengan segala hal yang rimbun, terus tumbuh, dinamis, dengan keteraturan yang tidak teratur, penuh tantangan. Jadilah ketika mengatakan “hutan rimba” kita langsung mendeskripsikan daerah penuh nuansa hijau, alami, dan kesegaran; disertai dengan suasana penuh misteri, wingit, gelap, berbahaya, penuh ancaman. Gambaran sama muncul juga ketika menyebut “rimba metropolis”, daerah yang rimbun iklim perekonomian, namun penuh juga intrik demi sekadar kata survive. Jadilah yang paling lemah akan menemui binasa. Coba tebak siapa yang terlemah di kondisi seperti ini? Anak-anak? Yah! Tepatnya anak-anak yang tidak memiliki perlindungan dari siapapun: Anak-anak jalanan. Mereka membutuhkan perambah berlentera kaca. Read the rest of this entry »
Archive for December 4th, 2007
Anak Jalanan dan Perambah Berlentera Kaca
Posted by Mochammad Asrori on December 4, 2007
Posted in dunia, essay, puisi | Leave a Comment »





