Awalnya adalah kebiasaan yang tak kunjung sembuh, saya suka lupa meletakkan di mana kacamata saya selepas istirahat, jadi dalam kondisi mata masih setengah bangun, saya menajamkan mata minus saya dan mencari sekeliling. Hahh, gelap sekali, lalu mulailah saya menggerayang-gerayang; di saku baju, disekitar tangan saya, di sekitar bantal, di balik guling, di sekitar badan, di belakang punggung, di atas bentangan sprei, di atas meja belajar, di dalam laci, uh…, tidak juga saya temukan kacamata saya. Jadilah saya bangkit dari ranjang, dan “kreiuek…” Ada bunyi merdu yang tepat berada di bawah telapak kaki saya. Coba tebak di mana kacamata itu kemudian saya temukan? Read the rest of this entry »
Archive for December 10th, 2007
Dementia Si Kacamata Pecah
Posted by Mochammad Asrori on December 10, 2007
Posted in dunia, essay, indonesia, puisi | Leave a Comment »





