Kedai Puisi

Tempat Sastra Nonfiksi Dibuat dan Diapreasisi

  • Tentang Kedai Puisi

    Blog ini merupakan media apresiasi karya-karya nonfiksi, khususnya puisi, yang mengajak kita bersama-sama berburu keindahan.
  • Tentang Penjaga Kedai

    Hai, panggil saja saya Rori. Tapi ... aw, sebelumnya tolong jauhkan kursor itu dari hadapan saya. Terima kasih ....

    Moch. Asrori menulis cerpen, esai dan puisi di media-media lokal maupun nasional. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa ini pernah mendapat penghargaan seperti Juara I Lomba Menulis Cerpen se-JBSI Unesa 2003, Peringkat III Penulisan Cerpen Peksiminal Jawa Timur 2004, Juara I Menulis Esei dan Juara II Menulis Puisi dalam Reading SGG di HUT Surabaya 2005. Dan prestasi-prestasi lainnya.

  • Add to Technorati Favorites

    Poetry Art Blogs - BlogCatalog Blog Directory

    Warung Fiksi

    Kedai Puisi

    Kamus Warung Fiksi

Archive for December 19th, 2007

Rindu Man Jamino, Besut, dan Rusmini

Posted by Mochammad Asrori on December 19, 2007

Man Jamino, Besut, dan Rusmini adalah karakter fenomenal dalam cerita ludruk besutan. Ludruk jenis ini awalnya berkembang sejak jaman penjajahan Jepang di daerah Jombang Jawa Timur. Rombongan ludruk ini akrab dinamai besutan, karena lakon yang dimainkan diiringi dengan musik, tari, dan nyanyi, melukiskan tiga tokoh, masing-masing, Besut, Man Jamino, dan Rusmini. Saat hari masih terang seseorang dari rombongan mereka membawa obor dan gong kecil yang kemudian dipukul-pukul sambil menginformasikan bahwa nanti malam akan ada pementasan. Jika ditanya kenapa masih terang sudah menyalakan obor, maka dengan gagah dan berani akan dijawab, “Ini lambang penerangan, Cak. Seni harus dimanfaatkan sebagai juru penerang bagi rakyat, untuk menyadari bahwa penjajahan Jepang harus dilawan, sebab penjajahan ini menyebabkan rakyat sengsara.” Read the rest of this entry »

Posted in essay, indonesia, jawa, puisi | 6 Comments »