Man Jamino, Besut, dan Rusmini adalah karakter fenomenal dalam cerita ludruk besutan. Ludruk jenis ini awalnya berkembang sejak jaman penjajahan Jepang di daerah Jombang Jawa Timur. Rombongan ludruk ini akrab dinamai besutan, karena lakon yang dimainkan diiringi dengan musik, tari, dan nyanyi, melukiskan tiga tokoh, masing-masing, Besut, Man Jamino, dan Rusmini. Saat hari masih terang seseorang dari rombongan mereka membawa obor dan gong kecil yang kemudian dipukul-pukul sambil menginformasikan bahwa nanti malam akan ada pementasan. Jika ditanya kenapa masih terang sudah menyalakan obor, maka dengan gagah dan berani akan dijawab, “Ini lambang penerangan, Cak. Seni harus dimanfaatkan sebagai juru penerang bagi rakyat, untuk menyadari bahwa penjajahan Jepang harus dilawan, sebab penjajahan ini menyebabkan rakyat sengsara.” Read the rest of this entry »
Archive for December 19th, 2007
Rindu Man Jamino, Besut, dan Rusmini
Posted by Mochammad Asrori on December 19, 2007
Posted in essay, indonesia, jawa, puisi | 6 Comments »





