Merefleksi Tubuh dan Aksesoris Joko Pinurbo February 27, 2008
Posted by Mochammad Asrori in indonesia, profil, puisi.9 comments
Namanya sederhana, Joko, lahir di Sukabumi tahun 1962. Nama yang juga dipakai jutaan anak laki-laki lain di Jawa. Tapi rasanya tidak ada laki-laki lain bernama Joko yang serupa Joko Pinurbo. Di masa kecil ia pernah sakit-sakitan, dan ketika dewasa kurus bersahaja. Ketika remaja ia masuk seminari, tapi karam di perjalanan. Lalu ia mulai menemukan dorongan sastra memukau lewat puisi yang tersempil di antara buku-buku perpustakaan. Hingga muncullah ia dalam rumusan sastra Angkatan 2000, di mana Korrie Layun Rampan menilai puisi Joko memperlihatkan penemuan estetika dari perkembangan aku lirik ke pengucapan epik, dengan penguatan arus kisah dari sifat lirik murni. (more…)
Woro-woro: “Jukstapuisi Cinta” Kumpulan Puisi Ihsan Maulana Terbit Gratis February 18, 2008
Posted by Mochammad Asrori in indonesia, puisi, woro-woro.1 comment so far
Memang bukan seorang penyair yang benar-benar penyair, bukan pula pesohor yang benar-benar tersohor dan tiba-tiba banting setir menulis puisi. Ihsan Maulana adalah jurnalis sekaligus rekan sekantor saya yang cukup berani bahkan enjoy menikmati dirinya diekspos dalam media apapun. Jadilah dia menawarkan beberapa puisinya yang ditulis semasa ia di bangku kuliah untuk tampil dalam Unduh Gratis di Kedai Puisi ini. Yah, kenapa tidak? Saya menerimanya dengan senang. Saya harap demikian juga pembaca yang nantinya mengunduh kumpulan puisi ini.
Menelisik Bilik Pulau Penyengat February 14, 2008
Posted by Mochammad Asrori in indonesia, puisi.3 comments
Suatu ketika ada saudagar yang hendak mampir mengambil air di sebuah pulau yang kaya pasokan air tawar di bagian Selatan Semenanjung Tanah Melayu. Tapi, tiba-tiba saudagar tersebut diserang ribuan lebah yang tersembunyi di pepohonan. Maka dinamailah pulau itu ‘Penyengat’. Pulau yang menyimpan sejarah kejayaan imperium Melayu diawal abad ke-19 merupakan tonggak perkembangan sastra dan budaya Melayu di Riau khususnya, dan di Nusantara pada umumnya. Di saat kegiatan tulis menulis belum begitu dikenal di Nusantara, sejarah mencatat tahun 1890-an dua buah percetakan yakni Mathba’atul Al Riauwiyah dan Mathba’atul Al Ahmadi dibangun untuk menerbitkan karya-karya yang dihasilkan oleh para sastrawan. (more…)
Puisi Rupa: Pemberontakan Estetika Puisi Modern February 4, 2008
Posted by Mochammad Asrori in berita, indonesia, puisi.4 comments
Jika orang menyebut seni lukis, seni rupa, seni sastra, dsb., dalam bagian yang berpetak-petak, tidak demikian dengan Made Wianta. Ia menekuni puisi rupa bertahun-tahun tanpa rasa jenuh. Baginya, tak ada lagi batasan dalam berkesenian, melintasi batas seni rupa ke seni sastra, atau sebaliknya. Semuanya murni demi kepentingan kepuasan. Keasyikan berkesenian yang menjungkirbalikkan orientasi umum untuk menjadi seorang penyair yang dikenal masyarakat. Ia siap tidak populer. (more…)