Suatu ketika ada saudagar yang hendak mampir mengambil air di sebuah pulau yang kaya pasokan air tawar di bagian Selatan Semenanjung Tanah Melayu. Tapi, tiba-tiba saudagar tersebut diserang ribuan lebah yang tersembunyi di pepohonan. Maka dinamailah pulau itu ‘Penyengat’. Pulau yang menyimpan sejarah kejayaan imperium Melayu diawal abad ke-19 merupakan tonggak perkembangan sastra dan budaya Melayu di Riau khususnya, dan di Nusantara pada umumnya. Di saat kegiatan tulis menulis belum begitu dikenal di Nusantara, sejarah mencatat tahun 1890-an dua buah percetakan yakni Mathba’atul Al Riauwiyah dan Mathba’atul Al Ahmadi dibangun untuk menerbitkan karya-karya yang dihasilkan oleh para sastrawan. Read the rest of this entry »
Archive for February 14th, 2008
Menelisik Bilik Pulau Penyengat
Posted by Mochammad Asrori on February 14, 2008
Posted in indonesia, puisi | 3 Comments »





