<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Merefleksi Tubuh dan Aksesoris Joko Pinurbo</title>
	<atom:link href="http://kedaipuisi.wordpress.com/2008/02/27/merefleksi-tubuh-dan-aksesoris-joko-pinurbo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kedaipuisi.wordpress.com/2008/02/27/merefleksi-tubuh-dan-aksesoris-joko-pinurbo/</link>
	<description>Tempat Sastra Nonfiksi Dibuat dan Diapreasisi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 02:06:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Maslahah</title>
		<link>http://kedaipuisi.wordpress.com/2008/02/27/merefleksi-tubuh-dan-aksesoris-joko-pinurbo/#comment-73</link>
		<dc:creator>Maslahah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 07:46:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kedaipuisi.wordpress.com/?p=19#comment-73</guid>
		<description>kalau Joko Pinurbo saja belajar slma 20 th untuk jadi penyair, berarti saya juga masih punya harapan. mudah-mudahan sebelum 20 th, saya mampu bersyair!

Sukses y buat Mas Rori ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau Joko Pinurbo saja belajar slma 20 th untuk jadi penyair, berarti saya juga masih punya harapan. mudah-mudahan sebelum 20 th, saya mampu bersyair!</p>
<p>Sukses y buat Mas Rori &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anthunk</title>
		<link>http://kedaipuisi.wordpress.com/2008/02/27/merefleksi-tubuh-dan-aksesoris-joko-pinurbo/#comment-58</link>
		<dc:creator>Anthunk</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 13:22:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kedaipuisi.wordpress.com/?p=19#comment-58</guid>
		<description>eh, bukan porno ngkalee...! menurutku, jokpin memang penyair yang menggunakan tubuh sebagai media puisinya. tubuh dalam puisi jokpin tidak bisa ditafsirkan mentah-mentah/secara langsung sebagai tubuh itu sendiri, tubuh di situ harus dianggap sebagai metafora sesuatu yang ingin disampaikan jokpin.
yang jelas. penyair satu ini emang piawai banget mengolah kata-kata sederhana menjadi puisi yang keren abis. salut de!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh, bukan porno ngkalee&#8230;! menurutku, jokpin memang penyair yang menggunakan tubuh sebagai media puisinya. tubuh dalam puisi jokpin tidak bisa ditafsirkan mentah-mentah/secara langsung sebagai tubuh itu sendiri, tubuh di situ harus dianggap sebagai metafora sesuatu yang ingin disampaikan jokpin.<br />
yang jelas. penyair satu ini emang piawai banget mengolah kata-kata sederhana menjadi puisi yang keren abis. salut de!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tsalis Abd Aziz Alfarizy</title>
		<link>http://kedaipuisi.wordpress.com/2008/02/27/merefleksi-tubuh-dan-aksesoris-joko-pinurbo/#comment-55</link>
		<dc:creator>Tsalis Abd Aziz Alfarizy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 14:25:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kedaipuisi.wordpress.com/?p=19#comment-55</guid>
		<description>Joko menurut saya sudah mencapai taraf mimpi dalm sajak-sajaknya. saya kemarin mencoba menganalisis sajak-sajak beliau dari sisi psikologi Sigmund Freud dalam kumpulan puisi Celana. dan luar biasa..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Joko menurut saya sudah mencapai taraf mimpi dalm sajak-sajaknya. saya kemarin mencoba menganalisis sajak-sajak beliau dari sisi psikologi Sigmund Freud dalam kumpulan puisi Celana. dan luar biasa..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: puni</title>
		<link>http://kedaipuisi.wordpress.com/2008/02/27/merefleksi-tubuh-dan-aksesoris-joko-pinurbo/#comment-47</link>
		<dc:creator>puni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 04:39:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kedaipuisi.wordpress.com/?p=19#comment-47</guid>
		<description>jokpin mengolah kata dengan getir,sederhana,dan membuat gamang menjadi mampus.
brovo jokpin!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jokpin mengolah kata dengan getir,sederhana,dan membuat gamang menjadi mampus.<br />
brovo jokpin!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rori</title>
		<link>http://kedaipuisi.wordpress.com/2008/02/27/merefleksi-tubuh-dan-aksesoris-joko-pinurbo/#comment-37</link>
		<dc:creator>Rori</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 05:53:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kedaipuisi.wordpress.com/?p=19#comment-37</guid>
		<description>Trims Raka, yah tiap orang memang punya kecenderungan sendiri-sendiri dalam membaca puisi. Dengan caranya masing-masing tiap puisi, baik puisi liris atau bukan, selalu memiliki medan bidik dan teknik lanturan yang menjadi ciri khas penyairnya. Puisi Jokpin memang terasa &quot;sederhana&quot; dalam pengucapan, tapi di konten, saya rasa tidak sesederhana itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Trims Raka, yah tiap orang memang punya kecenderungan sendiri-sendiri dalam membaca puisi. Dengan caranya masing-masing tiap puisi, baik puisi liris atau bukan, selalu memiliki medan bidik dan teknik lanturan yang menjadi ciri khas penyairnya. Puisi Jokpin memang terasa &#8220;sederhana&#8221; dalam pengucapan, tapi di konten, saya rasa tidak sesederhana itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
