Pablo Neruda, penerima anugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra 1971 dianggap sebagai salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20. Novelis Kolombia, Gabriel García Márquez menyebutnya “penyair terbesar abad ke-20 dalam bahasa apapun”. Jadi pasti enak sekali mencicipi puisi-puisi cintanya yang erotik, puisi-puisi surealisnya, puisi-puisi politiknya, hingga puisi-puisi tentang hal-hal yang biasa, seperti alam dan laut.
Archive for the ‘essay’ Category
Mencicip Puisi-Puisi Pablo Neruda (Bagian 1)
Posted by Mochammad Asrori on March 12, 2009
Posted in dunia, essay, puisi | Tagged: pablo neruda, puisi | 8 Comments »
Golf Untuk Rakyat
Posted by Mochammad Asrori on October 23, 2008
Lho Kang Karto, kok cuma ngelamun di kebun. Sudah pernah main golf belum? Kalau belum ya tunggu sampai dapat dawuh, siapa tahu sekali sampean ayunkan stik sampean langsung deh dapet hole in one.
Ini perkara pembangunan lapangan golf di awal PJPT kedua di Indonesia. Den Mas Menteri Jeroan ngendika, golf dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sedang Menteri Kanuragan bilang, golf pertanda masyarakat kita sudah lebih sejahtera.
Lha ya berapa banyak lapangan golf mesti dipasang untuk menyejahterakan dua ratus juta rakyat, berapa tumbal mesti dikorbankan untuk mengempiskan kantung-kantung kemiskinan. Gusti kami tunggu dawuh paduka.
Sementara Menteri Pagupon pesan, “Silahkan bikin padang golf mister, asal jangan gusur rumah rakyat.” Dan Menteri Besar Jogoboyo wanti-wanti, “Silahkan bikin padang golf Sir, asal bangun juga sarana olahraga buat para kanoman.”
Posted in essay, indonesia, profil, puisi | Tagged: Darmanto Jatman, indonesia, puisi | 4 Comments »
Mengenang Sajak-sajak Suripan
Posted by Mochammad Asrori on January 22, 2008
D. Zawawi Imron menjuluki Suripan sebagai penyair beras kencur, karena sajak-sajaknya lebih banyak mengungkap ramuan-ramuan jamu tradisional seperti kecipir, kenikir, kolang-kaling, dan adas pulasari. Korie Layun Rampan menulis sajak-sajak Suripan khas pada gaya ungkapnya yang bersahaja dan daya sindir yang kuat. Setya Yuwana Sudikan memaknainya sebagai sebagai penyair sajak-sajak kampung(an), karena dipenuhi pegungkapan ide yang didukung oleh lukisan alam pedesaan. Tentu saja tidak ada yang salah pendapat mereka, karena memang begitulah adanya sajak-sajak Suripan Sadi Hutomo yang semasa hidupnya dikenal sebagai dosen, pengamat sastra, dan dokumentator sastra yang mumpuni. Read the rest of this entry »
Posted in essay, indonesia, jawa, puisi | Leave a Comment »
Small Events, Everyday Life: What’s Up Puisi Jatim
Posted by Mochammad Asrori on January 16, 2008
Kemungkinan-kemungkinan, kemenduaan-kemenduaan, dan keremang-remangan selalu menjadi tawaran menarik di dalam puisi yang menjadikan segala sesuatunya menjadi bermakna. Beragam peristiwa semesta, kehidupan, dan manusia telah menghidupi puisi menjadi bangunan-bangunan kesaksian yang berkabar. Jadilah sepanjang 2007, dan menatap 2008 ini, telah terjadi satu fenomena yang mewarnai ranah perpuisian di Jatim. Sublimasi, ketenangan, kelembutan, dan ketulusan telah menjadi basic menarik perpuisian Jatim. Read the rest of this entry »
Posted in essay, indonesia, puisi | 1 Comment »
Soundscape Hujan Bulan Juni
Posted by Mochammad Asrori on January 14, 2008
Sayangnya bulan ini bukan bulan Juni, namun hujan di bulan Januari ini nampaknya menjadi ihwal menarik ketika saya membaca kembali karya-karya bertema hujan dalam Hujan Bulan Juni, kumpulan puisi dari Sapardi Djoko Damono. Di dalamnya termuat 96 puisi yang telah diseleksi dari ratusan puisinya selama periode 1964 hingga 1994. Beberapa puisi di dalamnya telah dibukukan dalam buku kumpulan puisi Mata Pisau, Akuarium, Perahu Kertas, maupun Sihir Hujan. Membaca puisi-puisi Sapardi, saya dibawa ke suasana muram, mistis, penuh tanda tanya, penuh pengakuan, juga kearifan hidup melalui kendara-kendara imajinasinya. Salah satu kendaraan yang mudah dicerna dalam kumpulan puisi ini adalah hujan. Hujan dalam puisi Sapardi menjelma menjadi suatu lanskap ritmik, di mana kita bisa menganalogkan sebagai satu sajian soundscape nan indah. SoundscapeHujan Bulan Juni. Read the rest of this entry »
Posted in essay, indonesia, puisi | 4 Comments »
Howdy: Komunitas Menulis Interlude
Posted by Mochammad Asrori on December 26, 2007
Ide membentuk sebuah komunitas memang bisa jadi bermula dari suatu obrolan ringan di warung kopi disertai senda gurau tentang berbagai hal. Beberapa kesamaan mengenai minat dan kegemaran biasanya menjadi faktor pertama yang melatarbelakangi. Katakanlah seperti saya dan teman-teman semasa di bangku kuliah. Dipertengahan masa kuliah, beberapa orang yang punya intensitas dan mimpi di lahan sastra, terutama pada penulisan esei, cerpen, dan puisi, mulai menggagas berdirinya Interlude, suatu komunitas menulis di lingkungan kampus Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa. Namun tidak semudah obrolan di warung kopi, merintis suatu komunitas, apalagi komunitas sastra, memang butuh lebih dari sebuah kesamaan minat. Read the rest of this entry »
Posted in essay, indonesia, puisi | 7 Comments »





