jump to navigation

12 Kupas Kulit Asmaradana (Bagian 1) Desember 22, 2009

Posted by Mochammad Asrori in essay, indonesia, puisi.
Tags: , , ,
trackback

Yang ada hanya aku:
tangan yang menulis
pada sabak hitam
ketakutanku
telah pulang
Dosa telah dilenyapkan
Senja telah dibersihkan
Dan langit telah lapang
Tapi aku tak bisa pulang
Tubuh itu juga
(Sajak Perempuan Yang Dirajam Menjelang Malam, Goenawan Mohamad)

Membicarakan puisi dan berbagai hal yang terkait dengannya, haruskah pertanyaan ini dijawab pertama kali: apakah puisi itu? Hidup keseharian manusia, sejak dahulu hingga kini, sebenarnya sudah dikepung ”puisi”. Maka yang terjadi ketika puisi ditulis:

1

Sebagian dunia adalah puisi. Sebagian yang lain tentu bukan puisi. Jika dunia adalah puisi, adakah dunia lain yang bukan puisi?
Dunia memang adalah puisi, karena puisi adalah kehidupan. Ia mampu mencatatkan apa saja tentang kehidupan. Ia mampu mencatatkan apa saja tentang kehidupan. Ia mampu mencatatkan apa pun tentang dunia.

Dunia memang adalah puisi, karena dunia adalah puisi terindah. Ia mencakapkan segala hal bagi keseluruhan indera manusia. Ia membisikkan segala hal bagi keseluruhan indera manusia. Ia pun mendiamkan segala hal bagi keseluruhan indera manusia.
Dunia memang benar adalah puisi: membentangkan seluruh puncak keindahan itu sendiri.

2

bukankah surat cinta ini ditulis
ditulis ke arah siapa saja
seperti hujan yang jatuh rimis
menyentuh arah siapa saja
bukankah surat cinta ini berkisah
berkisah melintas lembar bumi yang fana
seperti misalnya gurun yang lelah
dilepas embun dan cahaya
(Sajak Surat Cinta, Goenawan Mohamad)

Puisi memang tidak dapat dipergunakan sebagai sebuah acuan atau referensi yang utuh tentang situasi tertentu yang diungkapkannya. Akan tetapi, paling tidak dapat dipergunakan sebagai bahan penunjang bagi pembacanya untuk memperoleh gambaran tentang suatu aspek tertentu dalam kehidupan. puisi lebih mampu merangsang tanggapan pembaca untuk merasakan dan menghayati suasana tertentu yang digambarkan dan diekspresikannya.

Jika dunia adalah surat cinta. Jika dunia adalah surat cinta, maka dunia adalah ekspresi hujan yang selalu jatuh rimis menyentuh siapa saja yang merindukan kedamaian, ketenangan dan keheningan seperti musik instrumentalia. Jika surat cinta memberi kehidupan kepada manusia, maka berkisahlah lembaran bumi yang fana. Jika surat cinta adalah puisi, maka gurun yang lelah dilepas embun dan cahaya selalu mengantar menemui manusia yang selalu mendamba kesempurnaan juga sebuah surat cinta.

3

Jika dunia adalah anak-anak, maka sebagian dunia ini telah ditulis dengan bahasa ”anak”. Jika dunia adalah puisi, maka sebagian dunia itu telah terekam dalam puisi Goenawan Mohamad melalui bahasa ”anak”. Keluguan, kepolosan, kelucuan bahkan mungkin tangisan-tangisan yang selalu menyesakkan dada seorang ”ibu” di malam hari.

Tak keliru manakala, Goenawan Mohamad menulis yang paling dikenali, yang paling diakrabi, yang paling dilibati. Simak sebuah penggalan puisi di bawah ini.

Tidurlah, bocah, di atas bumi yang tak tidur
Tidurlah di atas rumput , di atas pasir , di atas ranjang
Tidurlah bersama rama-rama, ombak laut atau lampu
temaram
tidurlah bocah, sampai ketukan di tengah malam
sampai engkau bangkit dan seluruh pulau mende-
ngarkan:
Bahwa bom yang pecah membagi bumi
tak bisa mencegh engkau menyanyi,”Di timur
matahari”.
(Sajak Nina Bobo, Goenawan Mohamad)

Dengan mudah kita bisa menemukan kata-kata yang dipakai oleh Goenawan Mohamad itu diluar puisi, dengan peran serta nilai yang tak ada bedanya sedikit pun. Tugas kata-kata, serupa itu hanyalah sekadar menghubungkan dengan apa yang dijelaskan oleh penyair, kata-kata itu sendiri jatuh pada nomer dua, sekadar sebagai alat.

Kata-kata yang bertebaran di sekeliling kita, yang sudah menjadi begitu umum dan abstrak, yang sudah diberi arti yang kaku oleh kamus, tak akan mampu mendukung imaji seorang penyair.

STIFORP Indonesia

Komentar»

1. ina dwiana - Juli 14, 2010

salam kenal, ijin untuk me-link website ini ke tempatku ya..
karena ada kesamaan dalam hal berpuisi🙂..makasi

2. katanyapuisi - Juli 27, 2010

salam kenal, blognya bagus

3. dewa api - Juli 30, 2010

ikut membaca


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: