jump to navigation

Sajak-Sajak dari Negeri Tetangga Agustus 30, 2010

Posted by Mochammad Asrori in budaya, dunia, puisi.
Tags: , , , , , ,
trackback

Terkadang muncul juga pertanyaan: Bagaimana sih wujud puisi-puisi dari negeri tetangga? Apakah sama, ataukah berbeda? Dari segi geografi, Indonesia, Malaysia, dan Brunai Darussalam adalah tiga rumpun bangsa melayu yang dalam banyak hal memiliki sejarah budaya dan agama yang seragam. Jadi persoalan yang berkaitan dengan agama, budaya, dan sosial kemasyarakatan tentunya juga akan tampak ketika penulis-penulisnya menuangkan paparan tulisannya dalam puisi. Tapia apa benar demikian? Yah, coba simak beberapa sajak berikut. Semoga saja kita menemukan beberapa pencerahan.

S. Ratman Suras (Malaysia)
HATYAI

Aku tersesat di prachathipat road
malam yang lasak mendekap langit untuk segera tidur
sebuah pintu kayu kubuka. Aduh rekaatku tercecer
di sini aku kehilangan rah kiblat, kau terus mengokang nafsu
otakku jadi tak beres terbentur gedung-gedung yang jangkung
pintu kamarku selalu terbuka, dunia dengan segala nikmatnya
di loby hotel mewah gadis-gadis muda menari
tariannya menyekat diiringi tepik dada laki-laki tua
aku Cuma bisa menarik dada yang tiba-tiba sesak
lelaki muda dari kampung jauh, terbakar di pelupuk matamu
yang tak pernah tidur

Shukri Zain (Brunai Darussalam)
BALADA SEORANG TUA

Suatu subuh di sisi Kaabah
terjalin mesra mendakap
dalam doa terusik hati
rasa-rasanya kenangan abadi.

Aku munajat di makam Ibrahim
pintu Kaabah terpandang puas
tawaf munajat khusuk keliling
suasana aman nyaman berpadu.

Tua orangnya di sebelah kiriku
serba putih dalam kelusuhan
aku berdoa suara perlahan
tangannya diangkat khusuk mengaminkan.

Selesai doa tanganku ke muka
dengan perlahan tangannya menghulur
bersalaman biasa dalam hatiku
rasa muhibah demikian sangkaku.

Tanganku ditarik ingin dikucup
duhai! Ia ’rang tua baya ayahku
kenapa demikian berlaku tuan
aku manusia banyak dosa.

Perlahan mesra tangan kutarik
nampak wajahnya ada sesuatu
bahu kiriku sempat dikucupnya
bahu kananku mesra di pegangnya.

Dalam gugup suasana mendadak
hormat perlahan aku berdiri
mohon mengucup Hajar Aswad
sunah nabi ikutan sejati.

Dalam melangkah hatiku bertanya
mungkin doaku mesra di hatinya
atau pada anaknya rindu menjelma
seribu tanya jawabnya tiada

Orang tua berbaju kelusuhan
damailah kau dalam kerinduan
rindu Ilahi kekal abadi
sepanjang hayatmu diberkati Tuhan

Suhaimi Haji Muhammad (Malaysia)
WUJUD POHON DARI KATA

Wujud pohon dari kata, akar menyusun kata
ranting mengalirkan kata, bunga-bungapun
menjunjung kata, hingga batang berteraskan
kata, apapun yang ada di sana mengalunkan
kata, apapun yang ada di sana zatnya kata

Burung-burung di dahan berkicauan kata
darahnya dari kata, dagingnya dari kata,
bulunya mengalunkan kata, sayapnya terbang
sambil mengalunkan kata-kata yang tidak
habis-habis dialunkan, kata yang kembara
sepanjang jalan sepanjang pantai, kata
yang akan kembali kepada sangkar

Pohon, burung-burung, dan semua yang ada
di dataran ini menerbangkan kata—tanda
rindu, tanda duka, tanda cinta, dari darah
darah yang tercipta dari kata—melalui
lapis-lapis alam yang terdiri dari kata yang mengalunkan
kata hingga ke sumber

Usman Awang (Malaysia)
PENJUAL PISANG DI KAKI LIMA

Lalu gadis Tionghoa ceongsam biru,
Pemuda di belakang bergegas melesetkan ujung sepatu,
Penjual pisang tercatuk di kaki lima,
dua bakul pisang terletak antaranya,
(Melihat sepatu dan betis yang lalu,
Dengan jemu bas kutunggu.)

Datang sebuah bas penuh isi,
(Aku tak boleh naik lagi)
Sebuah kereta menjalar tuan tersandar
Penjual pisang di kaki lima,
baru lalu sepuluh sen Cuma,
(Penarik beca kulihat membelinya.)

Matahari tersangkut di bumbung bangunan,
di seberang ada restoran sedang ternganga.

Berat-berat langkah pengawal jalan bertapak,
Hati penjual pisang sesak berkocak.

’Hi, mana lesen?
Tutup kaki lima, ha?’

Manakah rasa yang dapat merasa,
Manusia hidup sesamanya, memburu apa?
Ah, bakul pisang sudah diregang,
Nyonya tua berbaju ungu menyerah salah,
(Pasti anak-anak menanti di rumah)
Dalah lori terkepung pengawal, matanya berlinang!
Bas pun lalu dan kamipun memburu.

Abd Latip Talib (Malaysia)
SEPERTI AIR LAUT

Hidup ini seperti air laut
ada pasang dan surut
di dasarnya tersimpan seribu rahasia
penuh harapan
tapi tanpa perlindungan
dari panas dan hujan.

Begitulah hidup ini
seperti air laut
sentiasa bergelombang
ombaknya menghempas batu karang
dan buihnya meresap ke pasir
tiada kesudahan.

Hidup ini seperti air laut
esok masih tiada kepastian
dugaan dan halangan silih berganti
dan bahtera terus berlayar
ke pulau harapan.

Hidup ini seperti air laut
sentiasa dalam penantian
berbakti pada yang memerlukan
suatu amanah dari Tuhan.

Pengiran Mohammad Abd Rahman (Brunai Darussalam)
SALAH SIAPA

siapakah yang dipersalahkan
selain diri
umat yang daif
menyerahkan nasib kepada takdir
disingkir dan diusir
mainan sandiwara
raksasa pemangsa

sedang Tuhan telah menyediakan rahsia
amal cemerlang rahsia
umat gemilang
yaitu:
ilmu dan takwa
jihad dan doa
senjata waja
mencipta segalanya

siapakah yang dipersalahkan
selain diri umat yang alpa
yang mabuk ghairah dunia
direguknya anggur pesona
yang menghanyutkannya ke laut
lalu lupa wujudnya
untuk apa?

sedang Tuhan telah mengurniakan
khazanah kekayaan alam
di bumi yang kering tandus
untuk menghidupkan generasi
membangunkan angkatan
menyuburkan jiwa islami
membena peradaban
dan kota zaman

salah siapa, salah siapa
alangkah nikmatnya umat yang takwa
alangkah nikmatnya umat yang merdeka
yang mengenal jati dirinya

S. Ratman Suras (Malaysia)
SUJUD SUNYI

Sujudku sunyi batu-batu
kening mendekap  tanah basah
zikirku angin berhembus
menyentuh dedaunan di alam terbentang
rekaatku ombak memecah
tak putus-putus didera badai
bismillah aku melangkah
sebab menulis sajak juga ibadah

STIFORP Indonesia

Komentar»

1. Gaptek - Mei 10, 2011

makan

2. Gaptek - Mei 10, 2011

MAKAN MALAM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: