jump to navigation

Puisi-Puisi William Butler Yeats November 6, 2011

Posted by Mochammad Asrori in dunia, puisi.
Tags: , ,
trackback

William Butler Yeats dilahirkan di Sandymout Irlandia pada tahun 1865. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di sebuah desa kecil di Sligo yang masih alami, lalu belajar seni di Dublin. Ia memutuskan untuk memusatkan perhatian pada puisi ketika mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya semenjak pindah ke London pada tahun 1888.

Kumpulan puisi pertamanya adalah The Wandering of Oisin (1889), disusul kumpulan-kumpulan puisi lain, diantaranya The End among The Reds (1899), The Wild Swans at Coole (1917), dan The Tower (1928). Semasa hidup Yeats banyak melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti Perancis dan Italia, namun ia senantiasa kembali ke tanah airnya untuk mendapatkan ilham bagi karya-karyanya. Yeats menerima hadiah nobel Kesusasteraan tahun 1923 dan meninggal di Nice, Perancis tahun 1939.

Berikut ini beberapa puisi William Butler Yeats, semoga berkenan:

Kalau Kau Tua

kalau kau tua, lusuh, dan pengantuk
terkantuk-kantuk di samping perapian, ambil buku ini
baca pelan-pelan dan khayalkan sebuah tatapan lembut
yang dahulu milik matamu juga, yang berlekuk begitu dalam

berapa banyak yang pernah mengagumi saat-saat ceriamu
dan mencintai kemolekanmu dengan genggam cinta murni atau palsu
namun bagi putih jiwamu hanya seorang yang mencintai
hingga ujung duka derita di wajahmu yang tak muda lagi

sambil membungkuk di samping api membara
gumamkan sedikit sedih, bagaimana cinta pun terbang
dan melayang di atas gunung tinggi jauh di sana
dan menyembunyikan mukanya di antara rimbun bintang

Angsa-Angsa Liar Coole

pepohonan musim gugur yang indah
jalan-jalan setapak hutan pun kering sudah
dipayungi langit senja oktober
air memantulkan langit yang diam
di antara bebatuan di tepian

untukku inilah musim gugur ke sembilan belas
sejak perhitunganku yang paling lekas
kusaksikan, sebelum aku selesai menghitung
mendadak saja mereka tercerabut terbang
berpencaran dalam patah-patah lingkaran
dengan sayap-sayap yang ribut

aku amati makhluk-makhluk yang pintar itu
dan sekarang hatiku tersentuh
irama kesiur sayap-sayap di atas kepalaku
melayang ringan berkelepak

belum lelah juga, sepasang demi sepasang
berenang nyaman di arus dingin
atau terbang tinggi ke udara
hati mereka makin matang
gairah atau menang, ke mana mereka pergi
masih menunggu mereka

tapi sekarang mereka di arus yang diam
betapa eloknya
di antara rumput airyang mana mereka bersarang
pemandangan yang menyenangkan, ketika terjaga
mereka sudah menghilang

Aedh Mengharap Kain Surga

andai aku penya kain sulaman surga
berhias cahaya perak dan keemasan
kain malam cahaya dan separuh cahaya
yang biru yang suram dan yang kelam
akan kugelar kain itu di bawah kakimu
tetapi karena melarat aku hanya punya mimpi sekerat
dan telah kugelar mimpiku di bawah kakimu
lewatlah hati-hati sebab kau melewati mimpiku

Kepada Seekor Tupai di Kyle-Na-O

mendekat dan bermainlah denganku
kenapa mesti bergegas lari
melintasi pohon-pohon bergoyang
padahal aku membawa senjata
bisa menembakmu mati
padahal yang kuinginkan hanyalah
sekedar mengelus kepalamu
lalu kubiarkan kau pergi lagi

Komentar»

1. apeh1706 - November 29, 2011

mantaps banget .. memang ya kalo udah keren emang keren abis

kepada ketua boleh ya .. masukin ke blogrollnya .. ^_^

Puisi Digarudaku

2. aliyuna - Maret 18, 2012

salam, saya mencari perihal william butler dan tulisan anda muncul
menarik🙂

3. keladi tikus - November 21, 2012

wah menarik sekali nie gan jangan lupa kunjungin ya keladitikus.com

4. ahmadi - Februari 6, 2013

saya dari majalah digital majalah.batampos.co.id
apa bisa saya publikasi puisi-puisi yang ada di blog ini? nama penerjemah akan kami tampilkan. Untuk lebih lanjut, bisa menghubungi saya melalui email ahmadi@batampos.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: